Minggu, 11 Maret 2012

AKU

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Filosofi pendidikan
Pendidikan biasanya berawal saat seorang bayi itu dilahirkan dan berlangsung seumur hidup. Pendidikan bisa saja berawal dari sebelum bayi lahir seperti yang dilakukan oleh banyak orang dengan memainkan musik dan membaca kepada bayi dalam kandungan dengan harapan ia bisa mengajar bayi mereka sebelum kelahiran.
Bagi sebagian orang, pengalaman kehidupan sehari-hari lebih berarti daripada pendidikan formal. Seperti kata Mark Twain, "Saya tidak pernah membiarkan sekolah mengganggu pendidikan saya."[rujukan?]
Anggota keluarga mempunyai peran pengajaran yang amat mendalam, sering kali lebih mendalam dari yang disadari mereka, walaupun pengajaran anggota keluarga berjalan secara tidak resmi.
Fungsi pendidikan
Menurut Horton dan Hunt, lembaga pendidikan berkaitan dengan fungsi yang nyata (manifes) berikut:
Mempersiapkan anggota masyarakat untuk mencari nafkah.
Mengembangkan bakat perseorangan demi kepuasan pribadi dan bagi kepentingan masyarakat.
Melestarikan kebudayaan.
Menanamkan keterampilan yang perlu bagi partisipasi dalam demokrasi.
Fungsi laten lembaga pendidikan adalah sebagai berikut.
Mengurangi pengendalian orang tua. Melalui pendidikan, sekolah orang tua melimpahkan tugas dan wewenangnya dalam mendidik anak kepada sekolah.
Menyediakan sarana untuk pembangkangan. Sekolah memiliki potensi untuk menanamkan nilai pembangkangan di masyarakat. Hal ini tercermin dengan adanya perbedaan pandangan antara sekolah dan masyarakat tentang sesuatu hal, misalnya pendidikan seks dan sikap terbuka.
Mempertahankan sistem kelas sosial. Pendidikan sekolah diharapkan dapat mensosialisasikan kepada para anak didiknya untuk menerima perbedaan prestise, privilese, dan status yang ada dalam masyarakat. Sekolah juga diharapkan menjadi saluran mobilitas siswa ke status sosial yang lebih tinggi atau paling tidak sesuai dengan status orang tuanya.
Memperpanjang masa remaja. Pendidikan sekolah dapat pula memperlambat masa dewasa seseorang karena siswa masih tergantung secara ekonomi pada orang tuanya.
Menurut David Popenoe, ada empat macam fungsi pendidikan yakni sebagai berikut:
Transmisi (pemindahan) kebudayaan.
Memilih dan mengajarkan peranan sosial.
Menjamin integrasi sosial.
Sekolah mengajarkan corak kepribadian.
Sumber inovasi sosial.

ABBA

Pengelompokan Tumbuhan
Tumbuhan Secara Sederhana dapat dikelompokan sebagai berikut :
1.  Tumbuhan Perdu/Semak
Tumbuhan perdu adalah tumbuhan yang umumnya berakar tunggang, berbatang kayu, hidup bergerombol lebih dari satu pohon, cabang, ranting dan daunnya tumbuh bergerombol. Contoh : mawar, melati dan kumis kucing.
2.Tumbuhan Rumput
Tumbuhan Rumput adalah tumbuhan yang memiliki ciri-ciri berakar serabut, batangnya beruas-ruas dan berongga, daunnya berbentuk pita, tulang daunnya sejajar dan menempel langsung pada batangnya. Contoh : padi, jagung, bambu, rumput, tebu, gandum.
3. Tumbuhan Liana
Tumbuhan liana adalah tumbuhan yang tumbuh memanjat tumbuhan lain yang lebih besar dan tinggi untuk mendapatkan cahaya matahari, tetapi akarnya tetap berada di dalam tanah sebagai sarana untuk mendapatkan makanan. Contoh : rotan, anggur, monkey ladder.
4. Tumbuhan Paku
Tumbuhan Paku adalah tumbuhan yang mempunyai ciri-ciri berakar serabut, batangnya berada di dalam tanah, kalaupun muncul batangnya pendek, ujung daun mudanya menggulung dan menghasilkan spora untuk berkembang biak. Berdasarkan dari bentuk, ukuran dan susunannya tumbuhan paku dibedakan menjadi dua :
a. Mikrofil
Adalah kelompok tumbuhan paku yang berdaun kecil-kecil seperti rambut, tidak bertangkai, dan tak dapat dibedakan antara daging dan tulang daunnya. Contoh : paku kawat, paku purba, paku ekor kuda
b. Makrofil
Adalah kelompok tumbuhan paku yang berdaun besar-besar, bertangkai dan bertulang daun, serta bercabang-cabang, biasanya disebut paku sejati. Contoh : paku semanggi, paku sarang burung, paku tanduk rusa, suplir
5. Tumbuhan Berbatang/Pepohonan
Adalah kelompok tumbuhan yang umumnya mempunyai ciri-ciri yang serupa dengan tumbuhan semak yaitu berakar tunggang, berbatang kayu. Bedanya dengan semak adalah ukurannya lebih besar, tumbuh tegak, cabang, ranting dan daunnya tidak tumbuh bergerombol. Contoh : Pokon Ek, pohon Beringin, Pohon Nangka, Pohon Pisang dll
Ø Umur pohon yang berbatang kayu dapat kita ketahui dengan menghitung jumlah garis lingkaran yang terdapat pada penampangnya.